Kali ini saya akan membahas masalah yang belum sempat terlintas dalam benak saya.Tadi saya sempat blog walking kebeberapa blog,dan secara gk sengaja saya menemukan blog seorang cewe (saya lupa alamat blognya,maklum...udh agk tuwir sich:-D) yang bercerita tentang trauma untuk memasuki jenjang pernikahan.Hmm...apa ya betah???
Baiklah..saya akan berusaha membantu agar rasa trauma itu memudar dan lama-lama hilang.
Secara psikologis,manusia mempunyai ingatan yang kuat tentang masa lalu.Kenangan itu baik yg indah atau buruk,terekam dalam ingatan yg terletak didalam otak kiri.Semakin lama ingatan itu mulai terekam,maka akan sulit jg terhapus dari memory file yg ada didalam otak kiri.Tetapi bukan berarti ingatan itu tidak bisa dihapus,hanya saja butuh waktu dan proses untuk menghapusnya step by step.
Trauma pada pernikahan pada umumnya banyak terjadi pada kaum perempuan.Hal ini terjadi karena mereka memiliki tingkat sensitifitas yg lebih tinggi daripada pria,dalam artian umumnya..perempuan lebih perasa daripada pria.
Ingatan masa lalu tentang gagalnya kehidupan rumah tangga orang tua menjadi penyebab utama trauma ini timbul,terlebih lagi jika "broken parent's" dialami pada saat seseorang masih dalam masa pertumbuhan/anak-anak.
Kejadian-kejadian buruk yg terjadi pada rumah tangga orang tua atau juga melihat pada kejadian lain,akan diamsusikan oleh anak-anak sebagai tindakan yang dihindari.Ingat...pada masa pertumbuhan,jiwa dan mental seorang anak sangat peka karena memerlukan pembelajaran untuk tumbuh dan berkembang,sehingga jika terdapat kejadian buruk akan "dilarang" oleh otak kiri untuk melakukannya.
Sebagai contoh,anak kecil yg terkena air panas atau dicakar kucing misalnya...maka ia akan menjauhi air panas atau menjauhi dan takut setiap kali melihat kucing disebabkan oleh kejadian langsung yg ia alami,walaupun air panas itu sudah menjadi dingin atau kucing yg dilihat adalah kucing yg jinak.
Trauma yang terjadi dapat dikurangi dengan mengenalkan secara langsung pada obyek yg ditakutinya.Hal yg perlu diajarkan adalah bahwa rasa trauma itu timbul dari pikiran,dan untuk menghindarkan trauma pada pikiran yaitu
memberikan rasa aman.
Nah..jika pikiran sudah merasa aman,maka lambat laun trauma itu akan hilang dengan sendirinya.
Berikut ini Therapi untuk menghilangkan Ketakutan/Trauma pada sesuatu :
1.
Beri sugesti pada pikiran anda bahwa apa yg anda takutkan tidak akan membahayakan anda,sehingga pikiran anda akan tersugesti rasa aman.
2.
Anda perlu bantuan orang lain untuk mengatasi trauma anda.Ajak sahabat atau saudara anda untuk membantu anda mengatasi trauma anda.
3.
Cobalah bersinggungan langsung dengan trauma yg anda hadapi dan sugestikan dlm pikiran anda bahwa
semua akan berjalan lancar dan baik-baik saja.
4.
Janganlah menyerah pada keadaan,atau takut gagal sebelum mencobanya.Jika takut akan kegagalan sebelum mencobanya,maka anda akan terus mengalami trauma.
5.
Lihatlah sisi positif dan kebaikan dari trauma yg anda alami.Sebagai misal,jika anda takut pacaran maka cobalah untuk jatuh cinta.Sugestikan dlm pikiran anda tentang pacaran,bahwa dgn pacaran maka anda memiliki seseorang untuk berbagi rasa.
6.
Lakukan therapi secara bertahap agar secara tidak langsung trauma dlm pikiran anda berkurang.Tak kenal maka tak sayang bukan..??
7.
Konsultasikan problem anda ke psikiater jika secara otodidak anda tidak dpt menghilangkan trauma tsb.
8.
Pertebal Keimanan anda kepada Tuhan YME dgn sholat/sembahyang lebih khusuk,karena jawaban dari semua ini ada didalam doa.
Semoga tips-tips dari saya membawa manfaat